Senin, 11 Februari 2008

Soal Ujian TAP Administrasi Negara

Naskah Ujian
Tugas Akhir Program (TAP)
Program Studi Administasi Negara

Boleh Buka Buku / Tidak Boleh Pakai Kalkulator

Kode Mata Kuliah : ADPU4500
Kode Naskah : 53
Masa Ujian : 071
Tanggal Ujian : Sabtu / 19 – 05 - 2007
Waktu Ujian : 11.00 – 14.00 WIB (180 menit)
12.00 – 15.00 WITA (180 menit)
13.00 – 16.00 WIT (180 menit)


Petunjuk

  1. Telitilah kode matakuliah, jumlah halaman, dan jumlah soal dalam Naskah TAP ini. Naskah ini terdiri dari 03 halaman yang berisi 05 butir soal. Kalau tidak sesuai laporkan kepada Pengawas.
  2. Bacalah petunjuk cara menjawab soal dengan cermat.
  3. Nilai hanya diberikan terhadap jawaban yang benar dan tidak akan dikenakan denda terhadap jawaban yang salah.
  4. Jangan mencorat-coret BJU, gunakan buram atau lembar kosong pada Naskah Ujian untuk coret-mencoret.
  5. Tidak diperkenankan meminta penjelasan kepada siapapun yang berkaitan dengan materi ujian.
  6. Naskah Ujian ini tidak dilampiri tabel.
  7. BJU tidak boleh kotor, basah, terlipat atau robek.
  8. Periksalah kembali penulisan identitas kemahasiswaan Anda pada BJU karena kesalahan pengisian identitas bisa meyebabkan Anda tidak lulus ujian ini.
  9. Setelah selesai ujian, serahkan BJU kepada Pengawas Ujian dan naskah ujian boleh diambil.


Tugas Akhir Program
(ADPU4500)
Program Studi Administrasi Negara
Masa Ujian 2007.1

Sifat Ujian : Buka Buku


A. Wacana

Meningkatkan Pembangunan di Kabupaten Bintan

Kabupaten Bintan (dahulu bernama Kabupaten Kepulauan Riau), membuat suatu penataan dan perencanaan kawasan untuk memajukan wilayahnya. Ibukota kabupaten dipindahkan ke Teluk Bintan dan akan didirikan kota kabupaten bernama “Bandan Seri Bentan”. Selain itu juga terdapat 3 lokasi yang saat ini sedang dikembangkan yaitu Teluk Bintan, Senggarang, dan Dompak Sebarang yang diharapkan akan merangsang kegiatan pembangunan seluruh Pulau Bintan.
Kabupaten Bintan saat ini merupakan wilayah termiskin di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Penyebab kemiskinan yang terjadi berlarut-larut lebih dari 20 tahun terakhir adalah tidak adanya pemerataan pembangunan. Masyarakat nelayan selalu menjadi masyarakat marjinal karena tinggal di kawasan terpencil tanpa ada jalan darat yang menghubungkan dengan pusat pemerintahan.
Kecilnya APBD untuk pembangunan ratusan pulau terpencil yang belum dilengkapi sarana transportasi yang memadai menyebabkan program pembangunan tidak pernah terselesaikan. Kebanyakan nelayan hidupnya miskin walaupun perikanan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salaha satu sumber pendapatan daerah. Laut dan pantainya yang masih perawan amat mungkin dikembangkan menjadi pusat pariwisata.
Pemerintah daerah juga akan mendata kawasan-kawasan yang layak dikembangkan menjadi obyek wisata, kawasan peternakan dan pertanian, serta pembangunan sektor pertanian. Untuk itu pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah investor untuk mengembangkan obyek wisata. Pengelolaan pariwisata akan dilakuan dengan pemberdayaan masyarakat lokal sehingga imbas manfaat yang diberikan akan lebih besar. Di sisi lain pemerintah juga akan mengoptimalkan pembangunan industri perikanan di Tambelan dan Mapur.
Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi, di mana pembangunan daerah akan lebih dioptimalkan agar tidak semuanya terpusat di kota Batam. Sebagai kawasan industri, Batam membutuhkan banyak pendukung dari wilayah sekitarnya.
Sinergi hubungan kerjasama antarkabupaten/kota di Kepulauan Riau dibutuhkan agar masing-masing kawasan dapat berkembang. Jika posisi sebagai “partner” Batam tersebut dapat dipenuhi, peningkatan pendapatan asli daerah dipastikan meningkat. Adopsi nama “Bintan” sebagai sebutan kabupaten diharapkan dapat memompa semangat baru dalam membangun daerahnya sendiri.

Disarikan dari: Kompas, Senin, 20 April 2006

B. Soal

  1. Jelaskan minimal 3 (tiga) peran kepala daerah kabupaten Bintan dalam pengembangan kawasan Bintan sebagai partner Batam! (Skor: 4,5)
  2. Jelaskan minimal 3 (tiga) faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Bintan dalam pembangunan industri perikanan di Tambelan dan Mapur! (Skor: 4,5)
  3. Untuk meningkatkan taraf hidup nelayan, pemerintah melakukan pemberdayaan masyarakat lokal. Jelaskan usaha pemerintah dalam memotivas masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menggunakan teori harapan (expectancy theory)! (Skor: 6)
  4. Kabupaten Bintan saat ini merupakan wilayah termiskin di antara kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Hal ini disebabkan antara lain, Pemerintah Kabupaten Bintan belum optimal dalam memanfaatkan sumber daya alam. Agar Kabupaten Bintan dapat menata dan memajukan wilayahnya dengan baik, diperlukan suatu strategi. Mengacu pada proses perumusan strategi William P. Anthony, coba Anda analisis dan uraikan perumusan strategi dalam hal penilaian kondisi internal organisasi (tahap yang ke-4 saja!) (Skor: 6)
  5. Bukanlah suatu hal yang mudah dalam menyiapkan Kabupaten Bintan menghadapi suatu perubahan. Diperlukan kesiapan dari seluruh perangkat Pemda. Apabila Anda terlibat dalam Tim Pengembangan Kabupaten Bintan, kemukakan hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam merencanakan kegiatna intervensi! Gunakan konspe intervensi dari modul Pengembangan Organisasi untuk mengulas jawaban Anda! (Skor: 6)

    Total Skor: 25

Tidak ada komentar: